Headlines News :

sponsor

Topics :
Powered by Blogger.
Menu :

TRANSLATE

Showing posts with label fenomena alam. Show all posts
Showing posts with label fenomena alam. Show all posts

Di 2015, ditemukan 1.572 asteroid yang mengancam Bumi

Di 2015, ditemukan 1.572 asteroid yang mengancam Bumi

Asteroid. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Keberadaan Bumi di tata surya memang tak bisa terlepas dari benda-benda angkasa di sekitarnya termasuk asteroid yang mengorbit di bagian galaksi dengan matahari sebagai pusatnya ini.

Bahkan Bumi di tiap tahunnya ternyata selalu mendapat ancaman tabrakan dengan benda asing semacam asteroid. Sebelumnya dilaporkan jika ada satu asteroid yang bakal melintas sangat dekat dengan Bumi pada Oktober 2017 mendatang.

Dilansir Phys (13/4), sebenarnya ancaman tabrakan asteroid ke Bumi bukanlah hal yang jarang terjadi, bahkan di tiap tahunnya dilaporkan ada ribuan asteroid yang diprediksi bakal masuk ke orbit Bumi.

Pada 12 April 2015, dari data para peneliti NASA dan berbagai badan antariksa dari berbagai negara lain, terdeteksi ada 1.572 asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi. Angka ini pun dipastikan akan bertambah karena para astronom selalu menemukan asteroid baru di tiap bulannya.

Meski berpotensi membahayakan Bumi, namun dari ribuan asteroid yang masuk kategori tersebut belum tentu memiliki jalur orbit yang bakal menabrak Bumi.

Makoto Yoshikawa dari Japan Aerospace Exploration Agency(JAXA), yang juga menjadi anggota Divisi di International Astronomical Union (IAU) menyebutkan jika dirinya yakin bahwa asteroid yang sudah masuk kategori membahayakan tersebut tidak menimbulkan ancaman serius bagi kelangsungan Bumi.

"Meski jarak lintasnya sangat dekat pun, tak berarti asteroid ini akan menabrak Bumi," katanya.

Sumber Berita : Merdeka.com

Gerhana Bulan Akhir Pekan Ini Bakal Mengubah Dunia

Gerhana Bulan Akhir Pekan Ini Bakal Mengubah Dunia

"Sesuatu yang dramatis bakal terjadi yang akan mengubah seluruh dunia.

Blood moon terlihat dari Encinitas, California, 8 Oktober 2014. (REUTERS/Mike Blake)

VIVA.co.id - Masyarakat dunia bisa menyaksikan Gerhana Bulan total pada akhir pekan ini. Fenomena alam akhir pekan ini, merupakan peristiwa yang langka dan istimewa. Sebab, Gerhana Bulan total terjadi selama empat kali berturut-turut dalam dua tahun, atau sering disebut Gerhana Tetrad.

Gerhana Tetrad biasanya terjadi beberapa kali dalam 2000 tahun. Diperkirakan, Gerhana Bulan total itu akan mengubah penampilan bulan pada Sabtu malam dan akan terlihat 'merah darah'. Fenomena bulan merah darah akan terlihat di langit Amerika Utara, Asia, dan Australia.

Peristiwa Tetrad itu pun mengundang perhatian dari kalangan agamawan. Dikutip dari Daily Mail, Kamis 2 April 2015, seorang pendeta Amerika Serikat, John Hagee, mengatakan fenomena langka yang sudah dijelaskan pada kitab suci itu menunjukkan bakal berubahnya dunia.

Hagee menyebutkan, matahari akan berubah menjadi gelap dan bulan jadi semerah darah. Uniknya, ia mengatakan datangnya Gerhana Bulan bertepatan dengan Hari Paskah, berarti menjadi tanda khusus.

"Sesuatu yang dramatis bakal terjadi, yang akan mengubah seluruh dunia," ujar Hagee dikutip dari The Mirror.

Sang agamawan itu meyakini sesuatu yang dramatis akan terjadi di Timur Tengah, melibatkan Israel. Kondisi itu akan mengubah jalannya sejarah di Timur Tengah, dan berdampak pada seluruh dunia.

"Ketika Anda melihat tanda-tanda ini (Gerhana Tetrad), ini menunjukkan akhir zaman akan datang," ujar dia.

Peringatan Hangee tak hanya omong kosong saja. Ia mengajukan fakta setiap kali datang peristiwa Tetrad di berbagai belahan dunia terjadi peristiwa dramatis.

Ia menyebutkan, pada Tetrad tahun 1493, terjadi pengusiran orang Yahudi oleh Inkuisisi Katolik Spanyol. Kemudian, pada Tetrad kedua pada 1949, terjadi tepat setelah negara Israel didirikan.

Selanjutnya pada 1967, fenomena itu bertepatan dengan perang enam hari antara Arab dan Israel.

Berbeda dari perspektif agamawan, Badan Antariksa Nasional AS (NASA) mengatakan Gerhana Bulan kali ini memperkirakan bulan akan terlihat kemerahan, karena sinar matahari melewati atmosfer bumi. NASA mengatakan tak ada efek berbahaya dari fenomena pada 4 April nanti.

NASA memperkirakan, gerhana itu akan berlangsung sangat singkat, hanya lima menit di Amerika Serikat. Sedangkan para pengamat gerhana di langit Australia, Tiongkok, dan Asia Tenggara bisa melihat fase total gerhana hingga 12 menit.

Badan antariksa negeri Paman Sam itu mengatakan Gerhana Tetrad kali ini terjadi hanya tiga kali dalam 500 tahun terakhir.

Rangkaian Gerhana Tetrad terjadi pada 2014 dan 2015. Gerhana pertama dan kedua terjadi pada 15 April 2014 dan 8 Oktober 2014, sedangkan gerhana ketiga terjadi pada akhir pekan ini, dan gerhana terakhir diperkirakan terjadi pada 28 September 2015. (asp)

.

Sumber Berita : viva.co.id

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. kumpulan berita bencana geologi dan fenomena alam - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger